Senin, 11 Agustus 2014

Kebiasaan Baru si Kembar

Hampir bisa dipastikan sekarang si Kembar Syafani dan Syifana sering terbangun sekitar pukul 12 malam dan pukul 3 pagi. Kadang bangun semua dan kadang juga bergantian. Kebiasaan ini sudah berlangsung sejak 2 minggu yang lalu. Tak hanya itu kebiasaan lain yang dilakukan oleh si kembar adalah menghisap jari-jari tangan. Tadinya Ayah Bundanya mengira bahwa hal itu dilakukan karena si kembar lapar atau dahaga dan minta “mimik tetek”, tapi ternyata tidak itu adalah kebiasan bayi sesuai perkembangannya.

Seringkali kita gemas melihat si kecil memasukkan tangannya ke mulut. Karena takut kotor, kita pun melarangnya. Padahal, si kecil punya alasan tersendiri lho melakukan hal itu.

Menurut, dr Ni Luh Karunia Wahyuni, SPKFR(K), saat bayi memasukkan sesuatu ke mulut saat usia dua hingga tiga bulan hal yang normal, dan tidak perlu dilarang.

"Anak usia dua hingga tiga bulan sudah mulai memasukkan tangan ke mulut, itu nanti lama-kelamaan kaki juga bisa dimasukkan ke mulut. Bayi memang begitu, dia akan bereksplorasi, belajar mengenalnya dengan memasukkan ke mulut, menghisapnya," ujar pembicara simposium Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), "Improving Medical Care Quality Through Updating Knowledge and Skills" di Room Puri Agung, Hotel Grand Sahid, Jakarta seperti di lansir oleh okezone.com.

Masih menurut dokter Ni Luh, bayi yang memasukkan tangan ke mulut memiliki maksud tertentu. Yaitu rasa nyaman dan aman.

"Pada saat lahir mereka langsung menghisap puting susu ibu, dan mulut dia akan terasa penuh. Rasa penuh tersebut memberi dia stimulasi ke otak rasa aman dan stabil. begitu juga ketika dia sedang menghisap tangannya," jelasnya.

Nah jadi tidak perlu risau atau gundah jika mungkin bayi anda juga melakukan kebiasaan yang sama seperti  diatas. Karena itu hal yang wajar dilakukan bayi dan itu tandanya bayi normal dan sehat. Syafani dan Syifana pun tidak pernah dilarang sama ayah bunda nya. Paling Cuma sambil bercanda tangannya si kembar  iseng-iseng dipegangi oleh Ibunya dan langsung mau nangis seperti jengkel hehehe.


Sabtu, 09 Agustus 2014

Usia Emas Anak (Golden Age)

Usia 0-5 tahun sering disebut sebagai golden age (usia emas) dimana fisik dan otak anak sedang berada di masa pertumbuhan terbaiknya.  Berbahagialah orang tua yang bisa meluangkan banyak waktu bagi putra-putrinya yang berada di usia emas, setiap hari bisa menemukan hal menakjubkan terkait perkembangan balitanya.

Setiap orang tua tentu menginginkan anaknya menjadi anak yang pintar, aktif, dan sehat, secara fisik dan mental. Menurut Psikolog Kasandra Putranto -seperti dimuat detikhealth.com- ibu adalah tokoh sentral, jika ibu bisa menjadi contoh baik dan sehat maka anak pun akan jadi baik dan sehat kondisinya. Menjadi tokoh sentral maksudnya ibu yang melahirkan dan membesarkan anak, juga berperan sebagai arsitek dalam keluarga, tentu dengan tak melupakan peran ayah yang juga penting. Namun karena biasanya sang ayah cenderung lebih sibuk mencari nafkah di luar rumah, maka ibulah yang memiliki lebih banyak waktu untuk berinteraksi dengan anak.

Minggu, 27 Juli 2014

Lebaran Pertama si Kembar

Allaahu akbar.. Allaahu akbar.. Allaahu akbar.....
Laa - ilaaha - illallaahu wallaahu akbar.
Allaahu akbar walillaahil - hamd.

Takbir sudah berkumandang dari penjuru tempat menandai berakhirnya bulan Ramadhan tahun ini (1435 H/2014 M). Semua umat muslim di seluruh dunia tentunya bergembira menyambut kemenangan, namun juga sedih karena bulan yang penuh ampunan segera berlalu. Alhamdulillah Idul Fitri tahun ini jatuhnya bersamaan. Pemerintah juga mengumumkan Idul Fitri jatuh tanggal 28 Juli 2014 yang sudah ditetapkan jauh-jauh hari terlebih dahulu oleh Muhammadiyah menggunakan metode Hisab.

Buat si kembar Syafani dan Syifana ini adalah Takbir Idul Fitri pertamanya. Bulan ramadhan pertamanya, bulan Syawal pertamanya dan juga gelegar suara-suara petasan pertamanya. “Begitulah nak, di malam takbir kalian  akan lebih mendengar suara mercon dan petasan yang sangat nyaring terdengar daripada suara Takbir dari corong pengeras suara masjid. Bukan karena kurang lantang pekikan takbirnya, namun suara gelegar mercon ternyata lebih dahsyat”. Begitu bisikku pada si kembar yang sedang lelap dan sesekali terbangun ketika kaget bunyi Duaaaarrrr....Dorrrrr...mercon, petasan kembang api dan apalah namanya menghentak telinga mungilnya.

Rabu, 23 Juli 2014

Selesai di Pijat, si Kembar Tidur Lelap

Sore tadi (23/07/2014) si kembar Syafani dan Syifana di pijat oleh tukang pijat khusus untuk bayi. Kalau istilah umumnya “dukun bayi”. Konotasi “Dukun bayi” ketika pertama kali mendengar memang terkesan sangat tradisional, mistis dan kadang berbau hal yang mengandung mitos. Namun ternyata tidak semua demikian, ada juga “dukun bayi” yang terlatih dan diberi bekal pengetahuan oleh Bidan. Dan kemudian menjadi mitra Bidan. Kali ini saya tidak akan membahas “dukun bayi”, tapi manfaat pijat bagi bayi hehehe....

Sejak usia tujuh hari si kembar Syafani dan Syifana sudah mulai dipijat oleh “dukun bayi” yang memang sudah terbiasa dan berpengalaman dalam hal tersebut.  Kalau ditempat kami lumayan mudah untuk mencari “dukun bayi”, ada beberapa orang tinggal pilih saja sesuai dengan kemantapan masing-masing. Karena terkadang “kemareman” orang berbeda-beda J.